Selamat Datang Di Website Belajar Matematika Merupakan Kumpulan Materi Matematika SD, Materi Matematika SMP, Materi Matematika SMA/SMK, Contoh Soal dan Pembahasan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 6. Tampilkan semua postingan
Tips Dan Cara Paling Cepat Menentukan Akar Kuadrat

Tips Dan Cara Paling Cepat Menentukan Akar Kuadrat

Cara atau rumus ini asli dari rumus hitung dan bakal mudah dipahami. Sobat, sebenarnya soal ini hanya basic matematika, sangat mudah dicari, tapi kadang-kadang aga lama karena kita menerka-nerka bilangan (trial eror). Paling cepet 2 kali  percobaan (bisa satu kali tp itu berungtung atau memang sudah hafal) dan paling lama bisa tak terhitung percobaannya. Berikut ini cara (rumus) cepat untuk mencari akar dari suatu bilangan. Hanya satu kali percobaan langsung ketemu

1. Langkah Pertama: Lihat 1 digit angkat terakhir Misal √2209 , angka terakhirnya adalah 9, jadi akar dari bilangan tersebut angka terakhirnya kemungkinan 7 atau 3. Misal suatu bilangan berakhiran 6 pasti angka terakhir akarnya 6 atau 4. Berikut tabel lengkapnya. Bilangan Yang 1 digit terakhirnya Akarnya (digit terakhir)
Angka KuadratAngka terakhir akarnya
…11 atau 9
…42 atau 8
…5hanya 5
…64 atau 6
…93 atau 7
…0hanya 0
2. Langkah kedua: Lihat bilangan paling depan sebanyak jumlah digit bilangan tersebut dikurangi 2 (untuk > 100)
Misal 2209 (4 digit) maka kita cukup lihat (4-2) digit paling depan atau 2 digit paling depan.
Kita dapat angka 22.
3. Langkah ketiga: Cari bilangan kuadrat tepat dibawah bilangan yang sobat dapat di langkah no. 2 Kemudian akarkan.
Misal 2209, ketemu dua angka paling depan 22, maka bilangan kuadrat yang tepat di bawah 22 adalah 16, dan akar dari 16 adalah 4.
Langkah 1 sampai 3 bisa sobat lakukan di pikiran saja. Pakai coretan juga boleh asal tidak boros waktu.
4. Langkah keempat: Gabungkan dengan bilangan yang ditemukan di angka langkah no.1.
Jadi akar 2209 itu 47 kalau tidak 43. Jadi, kita tinggal sekali hitung, coba hitung angka 472 kalau benar hasilnya 2209 berarti 47 akarnya, kalau tidak otomatis 43.
Contoh lain misalnya akar dari 8.649
  1. Belakangnya pasti 3 atau 7
  2. Depannya 86 bilangan kuadrat yang tepat dibawahnya 81, jadi pasti angka 9
  3. Jadi akar dari 8.649 kalau ngga 93 ya 97 (tinggal ngitung 1 kali)
mekanisme lengkapnya
rumus cepat mencari akar kuadrat

Materi Matematika Perbandingan Bertingkat

Materi Matematika Perbandingan Bertingkat

Jika sobat hanya membandingkan dua hal pasti akan mendapatkan hasil yang satu lebih tinggi, lebih besar, lebih cepat, atau lebih bla..bla..bla dari yang lain. Definisi perbandingan selengkapnya bisa sobat baca artikel ini. Perbandingan bertingkat artinya perbandingan dengan tingkatan yang jumlahnya bisa lebih dari 2. Contohnya dari tiga orang Andi, Bono, dan Candra masing-masing memiliki tinggi 160 cm, 165 cm, dan 180 cm. Dari data tersebut kita bisa membuat perbandingan ketiganya secara bersamaan sebagai berikut:
Tinggi Andi : Tinggi Bono : Tinggi Candra = 32 : 33 : 36
Perbandingan tersebut memiliki 3 tingkatan
  1. Yang paling pendek adalah Andi
  2. Yang tingginya sedang adalah Bono
  3. Yang paling tinggi (tertinggi) adalah Candra

Menghitung Perbandingan Bertingkat

Untuk menyelesaikan soal perbandingan bertingkat sobat bisa menggunakan batuan tabel. Tabel ini berguna untuk membantu menghitung jawaban dari pertanyaan lebih cepat. Langkah-langkahnya:
  • Buatlah sebuah kolom, kolom 1 adalah identitas yang dibandingkan, kolom 2 berisi perbandingan, kolom 3 adalah bilangan pengali, dan kolom 3 adalah bilangan riil dari perbandingan tersebut. Bentuk ini tidak baku sobat bisa menggunakan tabel yang menurut sobat lebih mudah.
  • Carilah berapa bilangan pengali dengan membagi bilangan riil dengan bilangan pembanding (kolom 4 : kolom 2)
  • Kalikan bilangan pengali dengan angka perbandingan untuk mendapatkan bilangan riil.
Contoh Soal
Bu Asih menjual 3 macam buah yaitu pear, mangga, dan jambu. Perbandingan jumlah antara buah pear, mangga, dan jambu adalah 3 : 5 : 9 dan selisih jumlah antara buah jambu dan mangga adalah 24 buah. Tentukan berapa jumlah dari.
  1. Jumlah buah pear
  2. Jumlah buah mangga
  3. Jumlah buah jambu
  4. Jumlah ketiganya
  5. Selisih jumlah mangga dengan pear
Jawaban
Pertama kita masukkan semua data ke dalam tabel kemudian baru kita cari bilangan pengali dari data yang diketahui. Perhatikan ilustrasi jawaban di bawah ini:
tabel penyelesaian soal perbandingan bertingkat
Angka pengali 6 berlaku untuk semua koefisien baik masing-masing identitas maupun selisih dan jumlah. Langkah selanjutnya sangat mudah, sobat tinggal mengalikan semua angka perbandingan dengan angka pengali. Jadi sobat bisa menemukan dengan cepat jawabannya sebagai berikut:
  1. Jumlah buah pear = 3 x 6 = 18
  2. Jumlah buah mangga = 5 x 6 = 30
  3. Jumlah buah jambu = 9 x 6 = 54
  4. Jumlah ketiganya = 17 x 6 = 102 atau 18 + 30 + 54 = 102
  5. Selisih jumlah mangga dengan pear = 2 x 6 = 12
Mudah bukan sobat! 😀
Bentuk Soal Lain
Dalam soal kadang ada perbandingan bertingkat yang dipisahkan menjadi 2 bagian. Contoh soalnya sebagai berikut.
Perbandingan berat padi yang diperoleh Komang dan Lulus adalah 7 : 8 sedangkan perbandingan berat padi yang diperoleh Lulus dengan Momon adalah 9 : 10. Jika berat beras yang didapat ketiganya adalah 860, berapa berat padi yang diperoleh Komang, Lulus, dan Momon?
Dari soal di atas diketahui ada 3 variabel atau identitas dengan 2 perbandingan terpisah.
Komang : Lulus = 7 : 8
Lulus : Momon = 9 : 10
Untuk menghitung perbandingan bertingkat sebenarnya antara ketiganya sobat harus mencari KPK angka perbandingan Lulus (KPK antara 8 dan 9). Ketemu 72. Kemudian dimasukkan ke tabel pembantu seperti di bawah ini.
Caranya mirip sobat menyamakan penyebut dari pecahan 7/8 dengan 9/ 10. Jadi ketemu perbandingan bertingkat sebenarnya:
Komang : Lulus : Momon = 63 : 72 : 80
Jadi kita bisa menghitung
Berat padi Komang = 63/ 215 x 860 = 252 kg
Berat padi Lulus = 72/215 x 860 = 320
Berat padi Momon = 80/215 x 860 = 320
Materi Matematika Cara Mencari Simetri Putar Bangun Datar

Materi Matematika Cara Mencari Simetri Putar Bangun Datar

kali ini kita akan membahas salah satu materi matematika, yang kita dapat pada Sekolah Dasar yaitu Simetri Putar. Simetri ini adalah salah satu sifat yang dimiliki oleh bangun datar, seperti persegi, segi tiga sama sisi, segi tiga sama kaki, trapesium, segi panjang, segi enam, segi lima, jajar genjang, layang-layang, belah ketupat dan lain- lain. Dimana setiap bangun datar tersebut memiliki simetri putar yang berbeda-beda antara bangun datar yang satu dengan yang lain. Dalam sub bab ini kita di ajak untuk mengasah kemampuan nalar, imajinasi serta logika.

Sebuah bangun datar dikatakan memiliki simetri putar jika bangun datar tersebut memiliki titik pusat yang apabila diputar kurang dari satu putaran mampu menghasilkan bangun dengan bentuk yang semula. Jadi dapat disimpulkan simetri putar pada bangun datar adalah banyaknya bayang-bayang bangun yang mampu dihasilkan dalam kurang dari satu putaran.

Sebuah bangun datar dikatakan tidak memiliki simetri putar apabila kita hanya mendapatkan 1 bayangan yang mana bayangan tersebut didapat dengan memutar 1 putaran penuh. Contoh nya seperti segitiga sembarang, traspesium dan segitiga siku siku.
Terkadang kita sulit untuk mendapatkan bayangan sebuah bangun datar diputar sehingga kita dalam materi ini bisa menggunakan media yang akan mempermudah dalam mendapatkan gambaran simetri putar bangun datar.
  1. Menentukan banyaknya simetri putar pada bangun datar
Misalkan kita akan menentukan banyaknya simetri putar bangun datar segi 6 beraturan. Adapun langkah yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:
  1. Tentukan titik pusat putaran bangun datar. Titik pusat di peroleh dari perpotongan sumbu simetri bangun datar tersebut.
  2. Jiplak bentuk bangun datar tersebut pada pada kertas. Guna menjadi alas.
  3. Beri nama atau lambing huruf pada setiap sudutnya. Misal pada bangun datar segi enam A, B, C, D, E, F.
  1. Kemudian putar segi enam searah jarum jam sejauh 360 derajat. Kemudian hitung berapa kali segi enam tersebut tepat menempati alasnya yaitu gambar segi enam yang telah kita jiplak tadi.
  2. Ternyata segi enam memiliki simetri putar sebanyak 6. Dari sudut A diputar kemudian menempati sudut B. kemudian di putar kembali susut A menempati sudut c letak awal dan seterusnya hingga sudut A menempati letak sudutnya di awal.
  1. Simetri Putar Persegi
2. Simetri Putar Persegi
Dalam persegi atau bujur sangkar terdapat 4 simetri putar. Apabila kita lihat ada 4 sudut di sana jika kita putar sejauh 360 derajat dimana titik A kembali ke posisi awal maka ada sebanyak 4 simetri pusat , yaitu ketika sudut A menempati sudut D kemudian sudut A menempati sudut C, lalu ketika A menempati dudut B dan terakhir ketika Sudut A menempati posisi awal dirinya sendiri. Satu kali perpindahan sudut ke sudut selanjutnya searah jarum jam misal A ke D maka besarnya 90 derajat. Sedang jika sudut A diputar 180 derajat searah jarum jam akan menempati dudut C.
  1. Simetri Putar Persegi Panjang
Pada persegi panjang hanya ada 2 simetri putar. Yaitu perpindahan sebesar 180 derajat dan 360 derajat.
  1. Simetri Putar Segi Tiga Sama Sisi
4. Simetri Putar Segi Tiga Sama Sisi
Pada putaran pertama sudut A diputar searah jarum jam sebesar 120 derajat akan menempati sudut C kemudian deputar sejauh 240 derajat akan sudut A akan menempati Sudut B dan pada putaran penuh sudut A kembali lagi pada posisi awal. Sehingga segi tiga memiliki simetri lipat sebanyak 3.
  1. Simetri Putar Pada Lingkaran
simetri putar lingkaran
Simetri Putar Pada lingkaran tak terhingga.
  1. Simetri Putar Pada Jajar Genjang
jajar genjang
Pada jajar genjang simetri lipat ada sebanyak 2.
Agar lebih memudahkan akan disajikan table sebagai berikut yang memuat nama bangun datar disertai jumlah simetri lipat, simetri putar, serta sumbu simetrinya.
tabel lengkap simetri putar bangun datar
Materi Matematika Luas Persegi Persegi Panjang dan Segitiga

Materi Matematika Luas Persegi Persegi Panjang dan Segitiga

Materi Matematika Luas Persegi Persegi Panjang dan Segitiga
Berikut ini merupakan materi matematika mengenai luas persegi, persegi panjang dan segitiga. Bangun-bangun tersebut merupakan salah satu contoh dari bangun datar.
1. Persegi

Persegi
Persegi adalah bangun datar yang memiliki empat sisi yang sama panjang dan semua sudutnya sama besar yaitu 90^0.
Sifat-sifat Persegi

  • Memiliki empat sisi serta empat titik sudut
  • Memiliki dua pasang sisi yang sejajar serta sama panjang
  • Keempat sisinya sama panjang
  • Keempat sudutnya sama besar yaitu 90° ( sudut siku-siku )
  • Memiliki empat buah simetri lipat
  • Memiliki empat simetri putar

Persegi memiliki sisi yang sama panjang, sehingga AB=BC=CD=DA
Luas persegi = sisixsisi, karena sisinya sama panjang, maka dapat dituliskan

Luas persegi = s^2
Contoh:

Tentukan luas persegi dengan panjang sisi 4cm.

Jawab:

Luas = s^2 cm

Luas = 4^2 cm

Luas = 16 cm^2
2. Persegi Panjang

Persegi Panjang
Persegi panjang adalah bangun datar yang memiliki 2 pasang sisi yang sama panjang, semua sudutnya sama besar yaitu 90^0
Sifat-sifat Persegi Panjang

  • Memiliki empat sisi serta empat titik sudut
  • Memiliki dua pasang sisi sejajar yang berhadapan dan sama panjang
  • Keempat sudutnya sama besar yaitu 90° ( sudut siku-siku )
  • Memiliki dua diagonal yang sama panjang
  • Memiliki dua buah simetri lipat
  • Memiliki dua simetri putar

Persegi panjang memiliki dua pasang yang sama panjang, dalam gambar diatas, yaitu AB=CD dan BC=DA.
Luas persegi panjang = Panjang x Lebar.

Luas persegi panjang = P x L
Contoh :

Tentukan luas persegi panjang yang memiliki panjang 10cm dan lebar 4cm.

Jawab :

Luas = 10 cm x 4 cm

Luas = 40 cm^2
3. Segitiga

Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang memiliki tiga sisi dan jumlah total semua sudutnya adalah 180^0.
Sifat-sifat Segitiga

  • Mempunyai 3 sisi dan tiga titik sudut
  • Jumlah ketiga sudutnya 180


Luas segitiga = \frac{1}{2} x Luas alas x tinggi

dari gambar diatas, yang dimaksud dengan alas adalah sisi AB dan tinggi segitiga adalah t.
Contoh :

Tentukan luas segitiga yang memiliki panjang alas 5cm dan tinggi 8cm.

Jawab :

Luas = \frac{1}{2} x 5 cm x 8 cm

Luas = \frac{1}{2} x 40 cm^2

Luas = 20 cm^2
Materi Matematika Luas Trapesium dan Jajargenjang

Materi Matematika Luas Trapesium dan Jajargenjang

Materi Matematika Luas Trapesium dan Jajargenjang
Berikut ini merupakan materi matematika mengenai luas trapesium dan jajargenjang. Bangun-bangun tersebut merupakan salah satu contoh dari bangun datar.
1. Trapesium

Trapesium adalah salah satu bangun datar yang memiliki empat sisi, dan memiliki dua sisi yang berhadapan sejajar, dalam gambar trapesium diatas, sisi yang sejajar adalah sisi AB dan sisi CD.
Sifat-sifat Trapesium

  • Memiliki empat sisi dan empat titik sudut
  • Memiliki sepasang sisi yang sejajar tetapi tidak sama panjang
  • Sudut-sudut diantara sisi sejajar besarnya 180°

Dalam menentukan luas trapesium sebenarnya ada beberapa cara, ada yang menggunakan pendekatan persegi panjang dan segitiga, ada juga yang menggunakan rumus secara langsung.
Untuk menentukan luas dengan pendekatan persegi panjang dan segitiga, yaitu dengan cara sebagai berikut:
Trapesium2
a. Buat persegi panjang dari trapesium tersebut, dengan panjang yang merupakan salah satu sisi sejajar yang terpendek dari trapesium.

b. Maka akan terbentuk 1 persegi panjang dan 2 segitiga. Dalam gambar tersebut terbentuk persegi panjang EFCD, segitiga FBC dan AED.

c. Untuk mencari luas trapesium dapat dilakukan dengan menambahkan luas dari 3 bangun datar tersebut. maka akan didapatkan luas trapesium.
Sedangkan rumus yang sudah ada adalah sebagai berikut:

Luas trapesium = \frac{1}{2} x tinggi x jumlah sisi sejajar
Contoh:

Berapakah luas trapesium dengan panjang sisi sejajar 6 dan 10 cm, serta memiliki tinggi 5cm?

Jawab :

Luas trapesium = \frac{1}{2} x tinggi x jumlah sisi sejajar.

Luas trapesium = \frac{1}{2} x 5cm x 16cm

Luas trapesium = \frac{1}{2} x 80 cm^2

Luas trapesium = 40 cm^2

2. Jajargenjang

Jajargenjang adalah salah satu bangun datar segi empat yang memiliki sisi-sisi berhadapan yang sejajar dan sama panjang serta sudut-sudut yang berhadapan sama besar.
Sifat-sifat Jajar Genjang

  • Memiliki empat sisi dan empat titik sudut
  • Memiliki dua pasang sisi yang sejajar dan sama panjang
  • Memiliki dua buah sudut tumpul dan dua buah sudut lancip
  • Sudut yang berhadapan sama besar
  • Diagonal yang dimiliki tidak sama panjang
  • Tidak memiliki simetri lipat
  • Memiliki dua simetri putar

Sama dengan trapesium, untuk mencari luas jajar genjang digunakan pendekatan persegi panjang, perhatikan gambar berikut ini;

Luas Jajar genjang
a. Untuk mencari luas jajar genjang, perhatikan bentuk jajar genjang.

b. Potong salah satu sisi miring jajar genjang sehingga menjadi sebuah segitiga siku-siku.

c. Pindahkan segitiga tersebut ke sebelah sisi sebelag dari jajargenjang.

d. Dapat dilihat bahwa terbentuk sebuah persegi panjang. yang dalam gambar diberi nama persegi panjang ABCD dengan panjang merupakan panjang sisi sejajar jajar genjang dan lebar merupakan tinggi jajargenjang.
Sehingga didapatkan;

Luas Jajargenjang = Panjang x Lebar atau Alas x Tinggi
Contoh:

Hitung luas sebuah jajar genjang dengan alas 15cm dan tinggi 5cm.

Jawab:

Luas Jajargenjang = alas x tinggi

Luas Jajargenjang = 15 cm x 5 cm

Luas Jajargenjang = 75 cm^2

Demikian materi mengenai luas trapesium dan jajargenjang.
Materi Matematika Luas Belah Ketupat dan Layang-Layang

Materi Matematika Luas Belah Ketupat dan Layang-Layang

Materi Matematika Luas Belah Ketupat dan Layang-Layang
Pada postingan sebelumnya, telah dijelaskan mengenai luas trapesium dan jajar genjang, pada postingan berikut ini akan dipaparkan materi matematika mengenai luas belah ketupat dan layang-layang. Bangun-bangun tersebut merupakan salah satu contoh dari bangun datar segi empat.
1. Belah Ketupat

Belah ketupat adalah bangun datar segi empat yang memiliki empat sisi yang sama panjang.
Sifat-sifat Belah Ketupat

  • Memiliki empat buah sisi dan empat buah titik sudut
  • Keempat sisinya sama panjang
  • Dua pasang sudut yang berhadapan sama besar
  • Diagonalnya berpotongan tegak lurus
  • Memiliki dua buah simetri lipat
  • Memiliki simetri putar tingkat dua

Untuk mencari luas belah ketupat, perhatikan ilustrasi berikut ini,
Luas Belah Ketupat dan Layang-Layang


Dari gambar tersebut, terlihat bahwa,

a. Jika belah ketupat dipotong tepat pada diagonalnya, akan terbentuk 4 buah segitiga,

b. Jika keempat segitiga tersebut disusun sedemikian rupa, sehingga terbentuk sebuah persegi panjang, dengan panjang sama dengan diagonal, sedangkan lebarnya adalah setengah dari diagonal yang lain.
sehingga dapat disimpulkan bahwa:

Luas belah ketupat : \frac{1}{2} x d1 x d2

Dalam gambar diatas, d1=diagonal AC sedangkan d2 = diagonal BA.
Contoh:

Carilah luas belah ketupat yang memiliki panjang diagonal 1 = 10cm dan diagonal 2 = 14cm.

Jawab:

Luas belah ketupat : \frac{1}{2} x 10 cm x 14 cm

Luas belah ketupat : \frac{1}{2} x 140 cm^2

Luas belah ketupat : 70 cm^2
2. Layang-layang


Layang-layang adalah bangun datar segi empat yang memiliki empat sisi dan memiliki dua diagonal.
Sifat-sifat Layang-Layang

  • Memiliki empat sisi dan empat titik sudut
  • Memiliki dua pasang sisi yang sama panjang
  • Memiliki dua sudut yang sama besarnya
  • Diagonalnya berpotongan tegak lurus
  • Salah satu diagonalnya membagi diagonal yang lain sama panjang
  • Memiliki satu simetri lipat

Luas Belah Ketupat dan Layang-Layang
Sama dengan luas belah ketupat, untuk mencari luas layang layang juga dengan cara mengalikan kedua diagonalnya kemudian dikalikan dengan \frac{1}{2}.

Luas Layang-layang = \frac{1}{2} x d1 x d2

Dalam gambar layang-layang diatas, d1 = diagonal AC, d2 = diagonal BD.
Contoh:

Hitung luas sebuah layang-layang yang memiliki d1 = 8 cm, dan d2 = 10cm.

Jawab :

Luas layang-layang = \frac{1}{2} x 8 cm x 10 cm

Luas layang-layang = \frac{1}{2} x 80 cm^2

Luas layang-layang = 40 cm^2

Demikian materi matematika mengenai luas belah ketupat dan layang-layang.
Materi Matematika Luas Bangun Datar Segi Banyak

Materi Matematika Luas Bangun Datar Segi Banyak

Materi Matematika Luas Bangun Datar Segi Banyak
Namun bagaimana untuk mencari luas bangun datar yang memiliki segi banyak? Pada postingan kali ini akan dibahas mengenai luas bangun datar segi banyak.
Bangun Datar Segi Banyak.
Bangun datar segi banyak adalah bangun datar yang terbentuk dari gabungan beberapa bangun datar.
contoh dari bangun datar segi banyak adalah segi lima, segi enam, segi delapan, baik teratur maupun sebarang. Selain bangun datar diatas, bangun berikut ini juga merupakan bangun datar sisi banyak,

Contoh sisi banyak
Untuk mencari luas bangun datar segi banyak dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan. Seperti pada luas trapesium, jajar genjang atau belah ketupat, dilakukan dengan membelah bangun-bangun tersebut kedalam bentuk yang sudah ada rumus untuk mencari luasnya, sehingga akan lebih mudah dicari luasnya.
Contoh 1:

Tentukan luas bangun berikut ini;
Sisi Banyak 1
Jawab:

Bangun tersebut terdiri dari sebuah jajar genjang dan sebuah segitiga. Sehingga luas bangun tersebut adalah jumlah luas kedua bangun tersebut.
1. Luas Jajar genjang

= Panjang alas \times tinggi

= 20 cm \times 10 cm

= 200 cm^2
2. Luas Segitiga

= \frac{1}{2} \times alas \times tinggi

= \frac{1}{2} \times 8 cm x 20 cm

= \frac{1}{2} \times 160 cm^2

= 80 cm^2
Sehingga luas bangun tersebut adalah;

= 200 cm^2 + 80 cm^2

= 280 cm^2
Contoh 2:

Tentukan luas bangun berikut ini;
Sisi Banyak 2
Bangun tersebut terdiri dari sebuah persegi panjang dan dua buah segitiga. Luas bangun tersebut dapat dicari dengan menjumlahkan ketiga luas bangun tersebut.
1. Luas Persegi Panjang

= Panjang \times Lebar

= 20 cm \times 10 cm

= 200 cm^2
2. Luas Segitiga 1

= \frac{1}{2} \times alas \times tinggi

= \frac{1}{2} \times 5cm \times 20 cm

= \frac{1}{2} \times 100 cm^2

= 50 cm^2
3. Luas segitiga 2

= \frac{1}{2} \times alas \times tinggi

= \frac{1}{2} \times 6 cm \times 15 cm

= \frac{1}{2} \times 90 cm^2

= 45 cm^2
Sehingga luas bangun tersebut adalah;

= 200 cm^2 + 50 cm^2 + 45 cm^2

= 295 cm^2
Contoh 3:

Tentukan luas bangun berikut ini;
Sisi Banyak 3
Bangun tersebut terbentuk dari sebuah persegi panjang, segitiga, dan setengah lingkaran. Luas bangun tersebut dapat ditentukan dengan menjumlahkan ketiga bangun tersebut.
1. Luas persegi panjang

= Panjang \times lebar

= 28 cm \times 8 cm

= 224 cm^2
2. Luas segitiga

= \frac{1}{2} \times alas \times tinggi

= \frac{1}{2} \times 5 cm \times 28 cm

= \frac{1}{2} \times 140 cm^2

= 70 cm^2
3. Luas setengah lingkaran

Diketahui diameter = 28 cm, sehingga jari-jari adalah 14cm

= \frac{1}{2} \times \pi \times r^2

= \frac{1}{2} \times \frac{22}{7} \times 14^2

= \frac{1}{2} \times 22 \times 2 \times 14

= 22 \times 14 cm

= 308 cm^2
Sehingga luas bangun tersebut adalah;

= 224 cm^2 + 70 cm^2 + 308 cm^2

= 602 cm^2
Demikian mengenai luas bangun datar sisi banyak. Jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.