Selamat Datang Di Website Belajar Matematika Merupakan Kumpulan Materi Matematika SD, Materi Matematika SMP, Materi Matematika SMA/SMK, Contoh Soal dan Pembahasan
Tampilkan postingan dengan label Aritmetika Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aritmetika Sosial. Tampilkan semua postingan
Matematika SMP Kelas VII Aritmetika Sosial BUNGA TABUNGAN DAN PAJAK

Matematika SMP Kelas VII Aritmetika Sosial BUNGA TABUNGAN DAN PAJAK

Sebelumnya telah disajikan materi matematika SMP kelas VII aritmetika sosial bagian 1 dan 2, kali ini akan disajikan materi matematika SMP kelas VII aritmetika sosial bagian 3 yang membahas mengenai bunga tabungan dan pajak.

BUNGA TABUNGAN
Pernahkah kalian mendengan kata bunga tabungan? Biasanya bunga diberikan dalam bentuk sekian persen ( misal : a% ) untuk hitungan per tahun.
Contoh : Tabungan/modal si A sebesar Rp 60.000.000,- ditabung pada sebuah BANK yang memberikan bunga 10 % per tahun kepada nasabahnya maka,
Besar bunga setahun

= 10/100 x 60.000.000

= Rp. 6.000.000,-
Besar bunga per bulan

= 1/12 x 10/100 x 60.000.000

= Rp 500.000,-

PAJAK
Pasti kalian pernah mendengar kata pajak, se Pajak kendaraan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Penambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh) dan lain sebagainya. Sebenarnya apa sih pajak itu? Bagaimana mengetahui besar pajak yang harus dikeluarkan?

Kali ini akan dibahas mengenai pajak. Pajak adalah suatu kewajiban yang dibebankan kepada masyarakat untuk menyerahkan sebagian kekayaan kepada negara menurut peraturan-peraturan yang telah ditetapkan pemerintah. Jadi, pajak bersifat mengikat dan memaksa.
Contoh :

Pak Putu memperoleh gaji Rp 1.000.000,00 sebulan dengan penghasilan tidak kena pajak Rp 400.000,00. Jika pajak penghasilan (PPh) diketahui 10%, berapakah besar gaji yang diterima Pak Putu per bulan?
Penyelesaian :

Besar gaji = Rp 1.000.000,00;

Penghasilan tidak kena pajak = Rp 400.000,00

PPh = 10%

Besar penghasilan kena pajak

= Rp 1.000.000,00 – Rp 400.000,00
= Rp 600.000,00
Besar pajak penghasilan

= 10% x penghasilan kena pajak

= 10% x 600.000,00

= Rp 60.000,00
Gaji yang diterima

= Rp 1.000.000,00 – Rp 60.000,00

= Rp 940.000,00
Jadi, besar gaji yang diterima Pak Putu per bulan adalah

Rp 940.000,00.
Demikian materi mengenai bunga tabungan dan pajak yang merupakan materi matematika SMP kelas VII aritmetika sosial bagian 3.
Mengingat kembali materi matematika SMP kelas VII aritmetika sosial.
Jika ada komentar, saran atau pertanyaan, silahkan tinggalkan komentar di bawah atau dapat juga melalui form contact us atau melalui fans page fb dunia matematika.
Semoga penyajian materi dapat membantu kalian yang sedang mencari materi matematika.
Selamat belajar matematika !
Matematika SMP Aritmetika Sosial RABAT, BRUTO, TARA, NETO, BUNGA

Matematika SMP Aritmetika Sosial RABAT, BRUTO, TARA, NETO, BUNGA

Sebelumnya pada bagian 1 sudah dibahas materi mengenai harga jual, harga beli, untung dan rugi. Kali ini akan dibahas mengenai Rabat, Bruto, Tara, Neto dan Bunga. Apa itu Rabat? Bruto? Tara? Neto? Bunga?, Mari kita simak bersama.


RABAT ( DISKON)
Pasti kalian sering melihat kata DISKON, terkadang penjual memberikan potongan pada barang-barang dagangannya untuk menarik konsumen. Potongan harga inilah yang dinamakan dengan RABAT / DISKON. Pada penggunaannya kata rabat dan diskon memiliki arti yang berbeda, dimana rabat adalah potongan harga yang diberikan oleh produsen kepada grosir, agen, atau pengecer. Sedangkan diskon diberikan oleh grosir, agen, atau pengecer kepada konsumen. Rabat / Diskon terkadang diberikan dalam bentuk persen (%).

Contoh :
Seseorang akan membeli baju di swalayan dengan harga Rp 150.000,-, jika pembeli tersebut mendapat diskon 20%, berapakah yang harus dibayar untuk membeli baju tersebut?

Penyelesaian :

Diskon = 20% x Rp 150.000,-

= Rp 30.000,-

Sehingga harga yang harus dibayar

= Rp 150.000 – Rp 30.000

= Rp 120.000,-

Untuk mencari harga bersih, digunakan rumus :

Harga Bersih = Harga Kotor – Rabat (diskon)

Dimana :

Harga Bersih adalah harga barang setelah dikurangi rabat/diskon. Harga Kotor adalah Harga barang sebelum dikurangi rabat/diskon.



Pernahkah kamu mengamati kemasan suatu produk? Biasanya dalam kemasan tersebut terdapat kata bruto atau kata neto. Sebenarnya apa sih bruto dan neto itu?

Berat suatu barang yang kita beli biasanya masih dalam hitungan berat kotor ( BRUTO ) artinya berat kemasan juga ikut dalam berat barang yang kita beli. Berat dari kemasan seperti karung, kardus, plastik, atau lainnya disebut dengan Tara. Sedangkan berat isi suatu barang tanpa tambahan berat kemasan dan lain-lain disebut dengan neto.

Jadi? Sudah paham mengenai Bruto, Tara dan Neto?
Dari urian tersebut dapat kita tuliskan rumus sederhana sebagai berikut :

Bruto = neto + tara

Neto = bruto – tara

Tara = bruto – neto

Terkadang, dalam suatu kasus diketahui nilai tara dalam bentuk persen dan nilai bruto maka kita dapat menentukan nilai tara dengan rumus sbb :
Tara = persen tara x Bruto
Sedangkan untuk mencari harga bersih dari harga beli setelah memperoleh potongan berat ( tara ) adalah sbb :
Harga Bersih = Neto x Harga / Satuan Berat

Materi Matematika SMP Aritmetika Sosial

Materi Matematika SMP Aritmetika Sosial

Materi Matematika SMP Aritmetika Sosial
Aritmetika sosil merupakan salah satu materi pelajaran matematika yang harus kalian pelajari, dalam pembahsan aritmatika sosisl ini kalian kn belajar bagaimana matematika dapat di terapkan dalam kehidupan sehari hari untuk menunjang kehidupan kalian agar tidak terjebak dalam kerugian yang semakin besar. baiklah yang pertama kita pelajari yaitu tentang Untung dan Rugi, bagaimana  Jika harga jual lebih besar dari harga beli maka didapat keuntungan atau laba. Sebaliknya jika harga jual lebih rendah dari harga belinya maka akan rugi. Harga beli biasa disebut dengan modal.
Materi Matematika SMP

Soal -Soal dan pembahasan Aritmetika Sosial
Untung = harga penjualan > harga pembelian
Rugi = harga penjualan < harga pembelian
Besarnya keuntungan = harga jual – harga beli
Besarnya kerugian = harga beli – harga jual

Contoh soal:
1. Seorang pedagang kambing membeli seekor kambing dengan harga Rp. 1.200.000. Kemudian kambing tersebut dijual dengan harga Rp. 1.750.000,- Berapa keuntungan yang didapat?
Jawab:
harga beli = Rp. 1.200.000
harga jual = Rp. 1.750.000
Besarnya keuntungan = harga jual – harga beli = Rp. 1.750.000 - Rp. 1.200.000 = Rp. 550.000,-

2. Seorang pedagang ayam membeli ayam kampung sebanyak 100 ekor dengan harga Rp. 2.000.000,- Dalam perjalanan ternyata ada ayam yang mati sebanyak 15 ekor. 30 ekor ayam laku dijual dengan harga Rp.25.000 per ekor, sedangkan sisanya dengan harga Rp. 20.000,- Berapa besarnya keuntungan atau kerugian yang didapat ?

Jawab:
Harga pembelian = Rp. 2000.000,-
Harga jual 30 ekor = 30 x Rp. 25.000 = Rp. 750.000
Sisa ayam yang dijual = 100 – 30 – 10 = 60 ekor ( 10 ayam yang mati)
Harga jual 60 ekor = 60 x Rp.20.000 = Rp. 1200.000
Harga penjualan = Rp. 750.000 + Rp. 1200.000 = Rp. 1.950.000
Ternyata harga penjualan < harga pembelian maka pedagaang mengalami kerugian
Besarnya kerugian = harga beli – harga jual
= Rp. 2000.000 – Rp. 1.950.000
= Rp. 50.000,-

Prosentase Untung dan Rugi






Contoh:
1. Seorang pedagang di pasar membeli sekeranjang jeruk yang berisi 200 buah seharga Rp.100.000. Jika tiap jeruk dijual dengan harga Rp.750, berapa % keuntungannya?

Jawab:
Besarnya keuntungan = harga jual – harga beli
= (Rp. 750 x 200) – Rp. 100.000
= Rp. 150.000 – Rp. 100.000
= Rp. 50.000





= .50.000 : 100.000 x 100 %
= 0,5 x 100%
= 50 %

2. Adnan membeli sepeda baru dengan harga Rp. 400.000, setelah beberapa bulan sepedanya dijual dengan kerugian 10% . Berapa harga penjualannya?

Jawab:
Harga pembelian = Rp. 400.000,-
Rugi = 10 %
Rugi dalam rupiah = 10 % x Rp. 400.000
= 10 : 100 x Rp. 400.000
= Rp. 40.000
Maka harga jualnya adalah = Rp. 400.000 – Rp. 40.000 = Rp. 360.000,-

Jika diketahui prosentase untung atau ruginya saja:
Harga pembelian = 100% : % keuntungan x untung
Harga pembelian = 100 % : % kerugian  x rugi

Contoh soal:
1. Sebuah tas dijual dengan mendapat untung 20 % atau Rp.20.000,- Berapa harga pembelian dan penjualannya ?
Jawab:
Harga pembelian = 100% :  % keuntungan  x untung
= 100 % : 20 % x Rp. 20.000
= 5 x Rp. 20.000
= Rp.100.000,-

Harga jual = harga beli + untung
= Rp.100.000 + Rp.20.000,-
= Rp. 120.000,-

2. Pak Ali, seorang pedagang sepeda mendapat kerugian 25 % atau Rp.150.000,-
Berapa harga pembelian dan penjualannya?
Jawab:
Harga pembelian = 100 % : %  kerugian x rugi
= 100 % : 25 % x Rp. 150.000
= 4 x Rp. 150.000
= Rp. 600.000

Harga jual = harga beli – rugi
= Rp. 600.000 – Rp. 150.000
= Rp. 450.000,-

Nah begitu cerita tentang Aritmetika sosisal, untung rugi dan juga prosetase untuk rugi, kita akan masih lanjutkan pembahasan materi matematika ini pada artikel selanjutnya yang masih di sekitar aritmetika sosial.
Contoh Soal dan Pembahasan Aritmetika Sosial

Contoh Soal dan Pembahasan Aritmetika Sosial

Sudahkah kalian memahami apa yang dimaksud dengan aritmetika sosial di dalam matematika? jika belum, sebaiknya kalian menyiam dan membaca terlebih dahulu pembahasan Belajar Matematika tentang Materi Pengertian Aritmatika Sosial dan Contohnya setelah memahami materi tersebut, barulah kalian bisa mempelajari beberapa contoh soal yang ada di bawah ini untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana cara menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan materi aritmetika sosial. Yuk langsung saja kita simak bersama pembahasannya di bawah ini:

Contoh Soal Aritmetika Sosial dan Pembahasannya

Contoh Soal 1
Alin membeli penghapus seharga Rp. 3000,00. Kemudian ia menjualnya dengan harga Rp. 3.500,00 . Tentukan apakah Alin untung/ rugi dan berapakah untung/ ruginya ?

Penyelesaian:
Dik : harga beli = Rp. 3.000,00
         Harga jual =  Rp. 3.500,00

Dit : untung/ rugi?

Jawab :
Harga beli < harga jual, maka Alin mengalami keuntungan
U = Hj – Hb =  Rp. 3.500,00 -  Rp. 3.000,00 = Rp. 500,00
Jadi, Alin mengalami keuntungan dan keuntungan yang didapat Alin adalah Rp. 500,00

Contoh Soal 2
Seorang pedagang membeli 1 kuintal beras dengan harga Rp. 850.000,00. Berapa harga jual beras per kg  jika pedagang ingin mendapat keuntungan Rp. 1000,00 per kg?

Penyelesaian:
Dik : harga beli per kg =  Rp. 850.000,00 : 100 = Rp. 8.500,00 / kg

Dit : harga jual?

Jawab :
Harga jual = harga beli + untung = Rp. 8.500,00 + Rp. 1000,00 = Rp. 9.500,00
Jadi , harga jual beras tersebut adalah Rp. 9.500,00

Contoh Soal 3
Mia membeli baju seharga Rp. 150.000,00. Kemudian baju itu ia jual lg dengan harga Rp. 165.000,00. Berapa persen keuntungan yang diperoleh Mia?

Penyelesaian:
Dik : Harga beli = Rp. 150.000,00
Harga jual = Rp. 165.000,00
Untung = Rp. 165.000,00 - Rp. 150.000,00 = Rp. 15.000,00

Dit : persentase keuntungan?

Jawab :
 


Jadi persentase keuntungan yang diperoleh Mia adalah 10 %

Contoh Soal 4
Seekor kambing dibeli dengan harga Rp. 700.000,00. Berapakah harga jual kambing agar memperoleh keuntungan 15 % ?

Penyelesaian:
Dik : harga beli =  Rp. 700.000,00
Keuntungan = 15 % x Rp. 700.000,00 = Rp. 105.000,00

Dit : harga jual?

Jawab :
Harga jual = harga beli + untung = Rp. 700.000,00 + Rp. 105.000,00 = Rp. 805.000,00
Jadi harga jual kambing adalah Rp. 805.000,00

Contoh Soal 5
Santi menjual sepedanya seharga  Rp. 525.000,00. Jika ia mendapat keuntungan 5 %, berapakah harga beli sepedanya?

Penyelesaian:
Dik : harga jual = Rp. 525.000,00
Untung = 5 % x hb
U = 5% x ( hj – u)
u = 5 % x hj – 5 % u
U + 0.05 U = 5 % x  Rp. 525.000,00
1,05 U = Rp. 26.250,00
U = Rp. 25.000

Dit : harga beli?

Jawab :
Hb = Hj – U = Rp. 525.000,00 - Rp. 25.000 = Rp. 500.000,00
Jadi, harga beli sepeda adalah Rp. 500.000,00