Pengertian Silogisme Hipotesis dan Silogisme Disjungtif dalam Logika Matematika

Silogisme hipotesis

ada beberapa metode-metode inferensi, yaitu teknik untuk menurunkan kesimpilan berdasarkan hipotesis yang ada, tanpa harus menggunakan tabel kebenaran. Salah satu metode inferensi untuk menentukan kevalidan adalah sebagai berikut

Silogisme hipotesis

Prinsip inferensi silogisme hipotesis adalah sifat transitif pada implikasi, jika implikasi p ⇒ q maupun q ⇒ p bernilai benar, maka implikasi p ⇒ r bernilai benar pula.
Secara simbolis, bentuk metode inferensi silogisme hipotesis adalah sebagai berikut :


Contoh :
Jika 18486 habis dibagi 18, maka 18486 habis dibagi 9
Jika 18486 habis dibagi 9, maka jumlah digit-digitnya habis dibagi 9
∴ Jika 18486 habis dibagi 18, maka jumlah digit-digitnya habis dibagi 9


Silogisme disjungtif

ada beberapa metode-metode inferensi, yaitu teknik untuk menurunkan kesimpilan berdasarkan hipotesis yang ada, tanpa harus menggunakan tabel kebenaran. Salah satu metode inferensi untuk menentukan kevalidan adalah sebagai berikut

silogisme disjungtif

prinsip dasar silogisme disjungtif adalah kenyataan bahwa apabila kita diperhadapkan pada satu di antara 2 pilihan yang ditawarkan (A atau B), sedangkan kita tidak memilih A, maka satu-satunya pilihan yang mungkin adalah memilih B. hal itu sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang ditanyai oleh penjual di warung, “kamu minum es jeruk atau es teh?” orang yang ditanyai tersebut harus memilih salah satu. Jika tidak suka es jeruk, pastilah ia memilih es the.
Secara simbolis, bentuk metode inferensi silogisme disjungtif adalah sebagai berikut :


Contoh :
Kunci kamarku ada disakuku atau tertinggal dirumah
Kunci kamarku tidak ada disakuku
∴ kunci kamarku tertinggal dirumah

0 Response to "Pengertian Silogisme Hipotesis dan Silogisme Disjungtif dalam Logika Matematika"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel